Proses Pembentukan Kompositum pada Nama Objek Wisata Cianjur sebagai Materi Ajar Tata Bahasa BIPA Dasar

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Afina Naufalia
Wagiati Wagiati
Ypsi Soeria Soemantri
Puspa Mirani Kadir

Abstract

This research is motivated by the uniqueness of naming tourist objects in Cianjur Regency which uses a lot of composites. The results of this study can be used as learning materials in BIPA learning. In BIPA learning, according to Permendikbud no. 27 of 2017, there is compound word material and tourism object material in competency element 6.5, so that the design of this grammatical material is sustainable. The method used in this research is descriptive qualitative. The result is that the names of tourist objects in Cianjur are mostly endocentric noun composites which are composed of noun+noun categories and are unequal composites. This data is classified into 8 parts, namely there are 26 composites which are composed of noun+noun categories and are unequal composites, namely compound words whose elements are not equal. This collection of tourist-themed composites can be used as teaching materials for BIPA 3.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Naufalia, A., Wagiati , W. ., Soemantri, Y. S., & Kadir, P. M. (2022). Proses Pembentukan Kompositum pada Nama Objek Wisata Cianjur sebagai Materi Ajar Tata Bahasa BIPA Dasar. Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia, 2(2), 181–202. https://doi.org/10.14421/njpi.2022.v2i2-1

References

  1. Anggawana, I. Wayan Riku, Ni Nengah Suartini, And Kadek Eva Krishna Adnyani. "Analisis Pembentukan Kata Dan Fungsi Fukugodoushi Verba~ Dasu Pada Kalimat Bahasa Jepang." Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha 5, No. 1 (2019): 55-65.
  2. Bagaskara, A. Y. “Kesulitan Belajar pada Anak Dislexya untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 3 (Studi Kasus di SDN Krebet 1 Malang), (Skripsi). Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang, 2017.
  3. Benony Walakula, Yandri."Analisis eksistensi pariwisata Indonesia di tengah situasi pandemi Corona Virus Disease (Covid19)." Noumena Ilmu Sos. Keagamaan 1, no. 1. (2020).
  4. Chaer, Abdul. “Linguistik Umum”. Jakarta: Rineka Cipta, 2003.
  5. Chaer, Abdul. “Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia”. Jakarta: Rineka Cipta, 2008.
  6. Fauziyah, Syifa. "Kata Majemuk pada Jargon Sneakers Berbahasa Inggris dalam Komunitas Sneakerhead IST (Indonesia Sneakers Team) andung." Sosiohumaniora 22, no. 1 (2020):, 105-113.
  7. Ilmiah, H., Ghazali, A. S., Nurchasanah, N., & Andajani, K. “Bahan Ajar Daring Tata Bahasa bagi Pelajar BIPA 2”. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, no.6 (2021): 874-880.
  8. Kridalaksana, Harimurti. “Kamus Linguistik.” Jakarta: PT Gramedia, 2009.
  9. Maharani, M. “Efektivitas Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis. Bachelor's thesis, Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2012.
  10. Mawadah, Ade Husnul, and Ilmi Solihat. "Kisah Penamaan Tempat Wisata Di Banten Sebagai Bahan Promosi Wisata Digital Dan Bahan Ajar Bipa (Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing) Di Era Pandemi Covid-19." Kredo: Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra 5, No. 1, (2021): 395-408.2
  11. W James Potter, “The State Of Media Literacy,” Journal Of Broadcasting & Electronic Media 54, no. 4 (2010): 675–96.
  12. Naning, J. S. A. D. “Bentuk Dan Makna Kompositum Bahasa Sasak Dialek Meriaq-Meriku Di Desa Gapura Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Doctoral dissertation, Universitas_Muhammadiyah_Mataram, 2019.
  13. Nasution, A. “Kata Majemuk dalam Bahasa Melayu Labuhan Bilik: Kajian Morfologi”, 2018.
  14. Nurhayati, R. I. R., & Asmara, R. “Tipe-tipe dan Dominasi Kompositum Subordinatif Substantif pada Nama-Nama Makanan Tradisional Jawa Tengah (Types and Domination of Substantive Subordinative Compounding Words on Central Javanese Traditional Dishes).” Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya, no.2 (2018): 203-218.
  15. Pragasuri, N. N. A. D., Pradhana, N. I., & Budiana, I. M. “Pembentukan dan Makna Kata Majemuk antara Onomatope dan Bagian Tubuh Manusia dalam Bahasa Jepang di Media Sosial Twitter.” Jurnal Sakura: Sastra, Bahasa, Kebudayaan dan Pranata Jepang, no.1, (2020): 24-34.
  16. Rahayu, Sri. "Istilah-Istilah Penamaan Tempat Wisata di Kabupaten Karanganyar: Kajian Etnolinguistik." Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa 6, No. 1 (2018).
  17. Royani, I. “Kata Majemuk Bahasa Bakumpai Di Kabupaten Barito Kuala (Bakumpai Language Compound Words In Barito Kuala Regency).” Jurnal Bahasa, Sastra Dan Pembelajarannya, No.1, (2021): 13-26.
  18. Rumilah, S., & Cahyani, I. “Struktur bahasa; pembentukan kata dan morfem sebagai proses morfemis dan morfofonemik dalam bahasa Indonesia.” Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, no.1, (2020): 70-87.
  19. Samaae, M. S. “Perbandingan Kompositum Antara Bahasa Indonesia Dan Bahasa Melayu Patani (Selatan Thailand).” (SKRIPSI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan, 2019.
  20. Septiana, Ponia Mega. "Proses Morfologis Dalam Penamaan Taman Tematik Di Kota Bandung." Kredo: Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra 4, No. 1 (2020): 1-16.
  21. Sugiyono. “Metode Penelitian Pendidikan; Pendekatan Kuantitatif dan R&D”. Bandung: Al-Fabeta, 2013.
  22. Sulaeman, A., dan Goziyah. “Metodologi Penelitian Bahasa dan Sastra”. Jakarta Timur: Penerbit Edu Pustaka, 2019.
  23. Umami, A. S. “Pengembangan Bahan Ajar Dengan Model Section Untuk Kemampuan Tata Bahasa Prefiks Bagi Pemelajar Bipa Tingkat Satu” Doctoral Dissertation, Universitas Pendidikan Indonesia, 2021.